Sunday, February 17, 2019

Cara Merawat Baglog Setelah di Panen

Cara Merawat Baglog Setelah di Panen
Bakal Jamur Tiram
Cara Merawat Baglog Setelah di Panen - Demi memaksimalkan hasil panen jamur tiram, maka perawatan baglog sangat mutlak diperlukan agar kandungan nutrisi yang tersimpan dalam baglog dapat terus terjaga. Maka dari itu yang perlu diperhatikan adalah pada saat setelah pemanenan, baglog yang telah dipanen agar dibersihkan dengan cara mengorek bagian permukaan baglog bekas akar jamur yang dipanen dengan menggunakan tangkai sendok atau garpu. Kemudian celupkan permukaan baglog kedalam air bersih selama setengah menit kemudian tunggingkan permukaan baglog kebawah agar air rendaman menetes kebawah, biarkan selama tiga(3) hari kemudian balikkan kembali baglog ke posisi semula. Hal ini bertujuan agar misselium jamur kembali tumbuh normal.

Perawatan yang tepat menghasilkan panen jamur tiram yang optimal

Beberapa rekan seringkali mengeluhkan hasil panen jamurnya yang kurang optimal. Kisaran hasilnya hanya mencapai 300an gram per log. Di lain tempat ada rekan yang mampu menghasilkan hingga 500 gram per log.

Dalam perawatan baglog pada masa produksi yang perlu diperhatikan dengan baik adalah :

Sirkulasi udara. Pastikan suhu kumbung antara 16 s/d 24 derajat.
Pencahayaan (jamur tidak butuh cahaya yang banyak) tetapi kumbung juga tidak terlalu gelap
Kelembaban. Untuk pertumbuhan jamur yang baik kelembaban adalah sekitar 85%.
Bersih dari kontaminasi asap dan C02.
Menjaga selalu kebersihan kumbung
Pengawasan terhadap hama

Intinya adalah, jamur membutuhkan suasana yang lembab namun nyaman dari segi sirkulasi udara. Indikator sederhananya, bila suasana di dalam kumbung cukup nyaman bagi anda untuk bernafas, maka jamur dalam lingkungan yang baik untuk tumbuh. Kumbung yang kurang baik hasil panennya biasanya memiliki sirkulasi udara yang buruk. Beberapa dikarenakan jumlah log di dalam kumbung terlalu banyak sehingga terkesan sesak.

Beberapa kondisi yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut :

Baglog berhasil menumbuhkan miselium, tetapi tidak langsung memproduksi jamur, jika ya, hanya sedikit dan lambat.
Penyebab 1 : Kondisi pertumbuhan tubuh buah kurang baik dalam kumbung. Atasi dengan memeriksa temperatur dan kelembaban serta sirkulasi oksigen dalam kumbung. Buka atau tutup pintu/jendela kumbung dan atur hingga kondisinya sesuai.
Penyebab 2 : adanya kontaminasi bakteri, ulat, semacam lintah, atau hama. Atasi dengan memeriksa kebersihan dan higinitas baglog dan kumbung. Atur kondisi kelembaban, sirkulasi udara, penerangan, dan ventilasi. Periksa dengan benar kebersihan dan baglog yang terkontaminasi. Segera buang jika terdapat log kontaminasi .
Penyebab 3 : kemungkinan terdapat kontaminasi udara, asap, racun (dari obat-obatan sayuran misalnya), gas chlorine. Atasi segera dengan memindahkan asap, racun tersebut. Buatkan blower berupa exhaust fan dalam kumbung untuk mengeluarkan gas tersebut.

Jamur berhasil terbentuk (dengan adanya pin head) tetapi pembentukan tubuh buah terlalu lama. Bahkan tudung jamur gagal terbentuk (terlalu kecil)
Penyebab 1 : kemungkinan kurangnya cahaya (kondisi terlalu gelap tanpa cahaya sama sekali). Atasi dengan mengatur penambahan cahaya dengan jumlah yang tepat (kondisi tidak terlalu gelap). Yang penting jamur tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Penyebab 2 : kemungkinan terlalu banyak karbondioksida. Pada saat produksi jamur, log mengeluarkan semacam gas yang mengandung karbondioksida. Karena pertumbuhan tubuh buah memerlukan oksigen (kondisi aerob), atur pergantian udara dalam kumbung dengan membuka atau menutup pintu dan jendela kumbung.
Penyebab 3 : waktu inkubasi yang terlalu lama. Sebaiknya pada saat miselium mencapai panjang 85 – 90% baglog, tutup baglog sudah mulai dibuka. Adakalanya jika menunggu 100%, pertumbuhan tubuh buah malah akan terlambat.

Beberapa tips tadi semoga berguna bagi para pelaku budidaya jamur tiram. Memang masih banyak lagi tips yang mampu menambah hasil panen yaitu dengan menambahkan zat-zat nutrisi untuk pertumbuhan. Namun intinya untuk memperoleh hasil yang optimal, memang diperlukan perawatan yang baik. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Merawat Baglog Setelah di Panen

0 comments:

Post a Comment